Senin, 16 Maret 2015

Pertemuan singkat



Pagi itu dia terburu-buru. Biasanya bisa cepat bangun namunbeda dengan pagi itu. Ia jelas terlihat buru-buru sampai sampai ga sarapan pagi. Bang ojeknya satu kata gadis itu lirih. Biasanya masuk Gereja jam 8 pagi namun minggu ini ada perubahan jadwal. Dipercepat jadi jam 07.30 WIB. Baju kotak kotak dan celana jeans kuning dipadukan dengan tas warna abu dan sepatu yang terlihat tomboy. Capcus .... tiba didepan angkot. Mang cicurug? Ia cicurug sambung pa supir. Syukurlah ga macet. Diangkot gadis itu bertemu dengan seorang teman gereja namun tak tau siapa namanya. Mau nyapa malu namun ia tersenyum kecil mungkin ia dalam berfikir seperti pernah melihat gadis itu. Gadis berambut panjang itu diam sejenak dan tersipu malu. Dia adalah pria yang sering diceritakan pada teman-teman. Pake kacamata muka oriental hitam manis ahhhh dia??? Tak ada kata yang terungkap. Entah enggan atau gengsi yang berlebihan atau memang gadis dan pria itu memang pendiam ? setengah jam perjalanan tiba juga didepan gereja. Gadis itu menyebrangi jalan dengan hati-hati dan mendahului pria itu. Nampaknya ia grogi. Syukur belum mulai ternyata misanya. Gadis itu duduk dan mengambil sikap hening tak lama misa akan dimulai. Ruangan mulai hening  gadis itu mulai menundukkan kepala dan berfokus mengikuti misa. Semuanya terasa ringan dan nyaman saat hati dan pikiran seluruhnya difokuskan pada yang Kuasa. 2 jam berlalu misa selesai. Seperti biasa gadis itu tak memilih untuk langsung pulang. Ia berdiam diri sejenak dan mengadu pada yang Kuasa.  Tentang apapun yang ia rasakan. Pulang gereja gadis itu sengaja pergi ke alfamart karena ia tau pria yang seangkot dengannya tadipagi itu pasti udh ada disana. Dan ternyata ? benar adanya dia ada disana. Dia menatap dengan kacamatanya yang penuh dengan karisma yang tinggi. Namun gadis itu pura-pura ga tau namun pada nyatanya ia sangat grogi. Sari roti dan teh botol sosro saja yang dibeli. Gadis itu masih memperhatikan langkah pemuda itu. Wahh dia belanja banyak mungkin dia juga anak asrama terlihat dari seragamnya yang sangat menawan dan rapih. Pemuda itu keluar duluan. Dan gadis berambut panjang masih ngantri di kasir. Namun tak berapa lama kacamatanya muncul lagi memasuki ruangan yang penuh dengan makanan itu. Dan lagi gadis itu melakukan kesalahan besar. Ia seakan tak tau dan tak berani membalas tatapan pemuda itu. Berlaludan berlalu namun sebenarnya gadis itu tau dan sangat tau ada yang beda dari cara ia menatap. Gadis itu beres juga dan memilih untuk belanja masakan dapur. Pemuda itu masih sibuk dengan teman temannya dan BBMnya. Tak lagi memikirkannya bahkan hampir lupa. Dan ini bohong. Jelas senyum dan tatapanya teringat jelas bahkan saat gadis itu sedang belanjapun ia tetap terbayang bayang. Lelah rasanya setelah beberapa jam mengelilingi pasar yang lumayan luas. Gadis itu memilih untuk pulang. Menyebrang dan masuk angkot. Pemuda itu sudah ada diangkot. Jlebbbb panas hareudang mohop grogi bercampur jadi satu yang rasanya nano nano. Ohhhh nooooo dia lagi ? rambut yang terurai membuat gadis itu semakin gerah. Pemuda itu menatapnya dan memberi senyuman dan gadis juga membalasnya. Harusnya gadis itu yang grogi dan nyatanya malah sebaliknya. Pemuda itu terlihat jelas groginya. Namun dia tetap berani menatap gadis itu. Hari yang indah.
Semoga bisa bertemu lagi kamu lektor kan ??


Tidak ada komentar:

Posting Komentar