Pagi itu dia terburu-buru. Biasanya
bisa cepat bangun namunbeda dengan pagi itu. Ia jelas terlihat buru-buru sampai
sampai ga sarapan pagi. Bang ojeknya satu kata gadis itu lirih. Biasanya masuk
Gereja jam 8 pagi namun minggu ini ada perubahan jadwal. Dipercepat jadi jam
07.30 WIB. Baju kotak kotak dan celana jeans kuning dipadukan dengan tas warna
abu dan sepatu yang terlihat tomboy. Capcus .... tiba didepan angkot. Mang
cicurug? Ia cicurug sambung pa supir. Syukurlah ga macet. Diangkot gadis itu
bertemu dengan seorang teman gereja namun tak tau siapa namanya. Mau nyapa malu
namun ia tersenyum kecil mungkin ia dalam berfikir seperti pernah melihat gadis
itu. Gadis berambut panjang itu diam sejenak dan tersipu malu. Dia adalah pria
yang sering diceritakan pada teman-teman. Pake kacamata muka oriental hitam
manis ahhhh dia??? Tak ada kata yang terungkap. Entah enggan atau gengsi yang
berlebihan atau memang gadis dan pria itu memang pendiam ? setengah jam
perjalanan tiba juga didepan gereja. Gadis itu menyebrangi jalan dengan
hati-hati dan mendahului pria itu. Nampaknya ia grogi. Syukur belum mulai
ternyata misanya. Gadis itu duduk dan mengambil sikap hening tak lama misa akan
dimulai. Ruangan mulai hening gadis itu
mulai menundukkan kepala dan berfokus mengikuti misa. Semuanya terasa ringan
dan nyaman saat hati dan pikiran seluruhnya difokuskan pada yang Kuasa. 2 jam
berlalu misa selesai. Seperti biasa gadis itu tak memilih untuk langsung
pulang. Ia berdiam diri sejenak dan mengadu pada yang Kuasa. Tentang apapun yang ia rasakan. Pulang gereja
gadis itu sengaja pergi ke alfamart karena ia tau pria yang seangkot dengannya
tadipagi itu pasti udh ada disana. Dan ternyata ? benar adanya dia ada disana.
Dia menatap dengan kacamatanya yang penuh dengan karisma yang tinggi. Namun
gadis itu pura-pura ga tau namun pada nyatanya ia sangat grogi. Sari roti dan
teh botol sosro saja yang dibeli. Gadis itu masih memperhatikan langkah pemuda
itu. Wahh dia belanja banyak mungkin dia juga anak asrama terlihat dari
seragamnya yang sangat menawan dan rapih. Pemuda itu keluar duluan. Dan gadis
berambut panjang masih ngantri di kasir. Namun tak berapa lama kacamatanya
muncul lagi memasuki ruangan yang penuh dengan makanan itu. Dan lagi gadis itu
melakukan kesalahan besar. Ia seakan tak tau dan tak berani membalas tatapan
pemuda itu. Berlaludan berlalu namun sebenarnya gadis itu tau dan sangat tau
ada yang beda dari cara ia menatap. Gadis itu beres juga dan memilih untuk
belanja masakan dapur. Pemuda itu masih sibuk dengan teman temannya dan BBMnya.
Tak lagi memikirkannya bahkan hampir lupa. Dan ini bohong. Jelas senyum dan
tatapanya teringat jelas bahkan saat gadis itu sedang belanjapun ia tetap
terbayang bayang. Lelah rasanya setelah beberapa jam mengelilingi pasar yang
lumayan luas. Gadis itu memilih untuk pulang. Menyebrang dan masuk angkot.
Pemuda itu sudah ada diangkot. Jlebbbb panas hareudang mohop grogi bercampur
jadi satu yang rasanya nano nano. Ohhhh nooooo dia lagi ? rambut yang terurai
membuat gadis itu semakin gerah. Pemuda itu menatapnya dan memberi senyuman dan
gadis juga membalasnya. Harusnya gadis itu yang grogi dan nyatanya malah
sebaliknya. Pemuda itu terlihat jelas groginya. Namun dia tetap berani menatap
gadis itu. Hari yang indah.
Semoga bisa bertemu lagi kamu
lektor kan ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar